From 2012 to 2013: menemukan golden ways dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

24 12 2012

the winner generationSaya mengucapkan selamat Natal bagi rekan-rekan semua yang merayakan..dan selamat menyongsong tahu baru 2013 bagi pembaca sekalian. Mari kita menyambut Natal dan tahun yang baru ini dengan semangat berbagi, kreativitas dan kelimpahan.

Sukses buat bangsa Indonesia, baik masyarakat maupun pemerintahannya. Semoga di tahun yang baru ini, kita lebih mengedepankan semangat berlaku adil, berani dan mau mengakui kesalahan secara sportif. Tidak ada bangsa yang maju kalau setiap pribadinya tidak mau berubah. Perubahan pribadi per pribadi akan menghasilkan gelombang perubahan yang -dengan bantuan Yang Ilahi- akan merasuki pribadi-pribadi lain di sekitarnya.

Saya memiliki keyakinan, bahwa jika setiap pribadi bangsa Indonesia mau berubah menjadi lebih baik, benar dan indah (bonum, verum, pulchrum), tidak perlu menunggu perubahan kondisi bangsa, maka perubahan itu akan terjadi. Cepat atau lambat, bangsa Indonesia sedang dalam proses menuju bangsa yang memiliki filosofi. Filosofi bukan hanya miliki bangsa lain yang ilmu filsafatnya selalu menjadi kurikulum di sekolah-sekolah. Filsafat Yunani, filsafat China, filsafat India, filsafat Arab baiklah menjadi referensi bagi kita. Filsafat Pancasila, terus terang, belum menemukan tempat persemaian yang subur dalam pribadi-pribadi orang Indonesia. Mungkin karena bangsa kita ini sangat beragam dalam budaya, maka beragam pula pengimplementasian Pancasila dalam kearifan-kearifan lokalnya.

Pengakuan atas kearifan-kearifan lokal juga, meskipun sudah masuk dalam kurikulum pendidikan nasional, belum menemukan forma yang kuat. Saya salut pada bangsa Cina yang memiliki format budaya yang komplit. Pada tataran filosofis bangsa Cina berhasil mendesain dan melestarikan pemikiran-pemikiran basic-nya tentang apa, mengapa,dan bagaimana-nya hidup. Dan pada tataran budaya mereka berhasil juga mendesain dan melestarikan perilaku-perilaku hidup yang berakar pada filosofi mereka. Perbedaannya terletak pada menjadikan filosofi itu perilaku.

Bangsa kita bukannya tidak memiliki filosofi, melainkan tidak memiliki passion of  golden ways behaviour. Ini bisa dibuktikan dengan miskinnya kemauan politik bangsa ini. Banyak kebijakan yang dibuat atas dasar kepentingan perseorangan dan atau kepentingan segelintir orang. Kebhinekaan bangsa ini telah berulang kali gagal dimaknai. Kita adalah bangsa yang orang-orangnya memiliki seribu satu macam kepribadian, miskin karakter.

Saya sendiri sangat bersyukur karena “tiba-tiba” ada sebuah program baru di televisi: Mario Teguh: Golden Ways yang muncul beberapa tahun belakangan ini. Hal itu membuat jiwa raga saya seakan dibangkitkan dari kegelapan dan tidak filosofisnya pengaturan kehidupan di negeri ini. Saya serentak merasa  memiliki seorang founding father modern. Ini yang saya tunggu-tunggu dari program-program televisi selama ini. Sebuah program yang mengajak pemirsa seluruh Indonesia untuk berpikir dan berperilaku filosofis.

Tidak banyak yang mau saya tumpahkan di sini lagi karena mungkin pembaca sekalian mau pindah ke topik lain. Saya cuma mau mengajak, mari kita berubah lebih dahulu sebelum kondisi bangsa ini berubah pada akhirnya…karena perubahan yang sejati muncul dari dalam ke luar, bukan sebaliknya.

Artikel terkait:





Cerita Natal 2012 : sebuah imajinasi

24 12 2012

portal surga

Konon terjadilah suatu peristiwa yang sangat menggemparkan. Semua orang kehilangan ingatan mereka, kecuali seorang ilmuwan internasional bernama Win.  Dalam masa-masa itu, banyak rencana yang gagal terlaksana bahkan acara penobatan Paus yang baru sama sekali dilupakan. Tidak seorang pun pernah tahu bahwa segala sesuatu hanya menjadi kesadaran pada saat kini. Yang ada hanya disadari sejauh itu menjadi perhatian pada saat sekarang. Para penjual lupa membeli pasokan baru. Para nasabah lupa bahwa mereka memiliki uang di bank. Para pastor lupa membuat misa. Para guru lupa masuk kelas. Semua orang kecuali satu, lupa bahwa segala sesuatu terjadi hanya ketika mereka menginderainya; bahkan apa yang hendak mereka ingat pun tidak mereka ingat lagi; bahwa realitas menjadi suatu kehadiran yang bersifat kekinian, tidak ada ingatan terhadap masa lampau.
Begitulah, tiap-tiap orang mengatakan sesuatu dan pada saat sesuatu itu selesai diucapkan, mereka tidak pernah tahu apa-apa lagi. Demikian juga setiap orang yang mengatakan “Ya”, “Saya berjanji”, Saya bersumpah”, “I love You”, “I hate You”, sama seperti segala sesuatunya telah diucapkan, semuanya itu hanyalah tinggal udara kosong. Yang ada adalah yang tidak pernah ada lagi. Para suami lupa siapa istri mereka, demikian juga para istri lupa siapa suami mereka.
Bagaimana dengan Win  sendiri? Ia sendiri sangat bingung sebab orang-orang medianya sendiripun lupa segala sesuatu yang baru saja mereka tulis atau liput. Ingatan mereka adalah obyek-obyek yang sedang mereka alami sekarang. Realitas kekinian mereka benar-benar berlangsung sebagai rantai kekinian tanpa meninggalkan jejak masa lampau. Tidak ada penalaran dan refleksi. Tidak ada sintese-sintese pengetahuan maupun logika. Dimana-mana dalam akal budi semua orang semata-mata hanya ada perilaku berulang yang menggelikan. Ketika orang tidak sedang melihat, mendengar, berbicara, mengecap, meraba ketika itu juga tidak ada apa-apa. Win menyaksikan semua itu sebagai sesuatu yang sama sekali tragis. Ini tragedi kemanusiaan yang sangat menakutkan sekaligus menekannya begitu berat.
Teman-teman di kampung halaman Win yang suka menyalahkan diri sendiri, bukan karena mereka betul-betul telah bersalah, melainkan tau tidak tahu mendengar suara-suara mempersalahkan, lupa sama sekali akan tekanan depresif pikiran mereka itu. Sementara saudara-saudaranya yang cenderung membenarkan diri sendiri juga lupa akan tindakan murahan mereka itu. Yang menarik, negara-negara kapitalis lupa akan semua pinjaman uang negara-negara miskin dan sedang berkembang. Sejarah-sejarah tidak pernah ada. Pembunuhan massal, penjajahan, perang, perampokan, korupsi, penindasan tidak pernah didiskusikan lagi. Penemu-penemu penting dilupakan. Sejarah filsafat berubah menjadi perbincangan basa-basi. Orang-orang tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap dunia baru yang sama sekali baru. Bayangkan anak-anak yang baru saja dilahirkan, begitu lucu, polos dan serba kagum terhadap stimulus-stimulus, penuh antusiasme.. takjub sekaligus penuh keheranan.
Melihat semua kejadian itu, apa yang dilakukan Win? Hati nuraninya terpanggil. Ia ingin merencanakan suatu tindakan kenabian untuk dunianya yang sedang kacau. Selanjutnya ia masuk ke ruang kerjanya, mengunci pintu dan berpikir. Tiga hari tiga malam ia berkutat dengan refleksi dan penalaran ilmiah, sebentar-sebentar berdoa. Ia mencoba mencari literatur-literatur kuno sampai modern berharap menemukan sesuatu. Dalam upayanya yang serba tidak tau arah akhirnya ia pun tertidur pulas.
Tiba-tiba ia tersentak dari tidurnya.. Secepat kilat menyambar, ingatannya langsung membawanya pada suatu wasiat suci. Wasiat suci dalam mimpinya semalam. Ia bermimpi bahwa sesosok cahaya berpesan: “Anakku, pada pukul 00.00 tengah malam besok semua ingatan manusia akan kembali berfungsi. Sebuah portal akan terbuka untuk mengisi kembali ingatan manusia tepat satu menit sebelum tertutup kembali. Berita baiknya, portal tersebut dapat meneruskan pesan dasar yang akan menjadi sifat dasar manusia seandainya ada seseorang yang berada tepat di tengah-tengah portal tersebut sebelum portalnya terbuka sampai kemudian tertutup kembali. Apa yang diucapkan oleh orang tersebut akan menjadi sifat dasar manusia dalam menyikapi masa lalu, masa kini dan masa depannya. Karena itu ucapkanlah kata-kata ini ketika kamu telah masuk ke dalam portalnya:
“CINTAILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATIMU, DENGAN SEGENAP KEKUATANMU DAN DENGAN SEGENAP PIKIRANMU; DAN CINTAILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI”
Win, sang ilmuwan langsung tersentak. Terburu-buru ia mempersiapkan diri untuk segera menuju ke sebuah tempat dimana portalnya akan turun. Sesampainya di tempat yang telah ditentukan, ia pun menunggu sampai waktunya tiba. Tepat seperti apa yang dikatakan Sang Cahaya dalam mimpinya, Win menengadah ke atas, mau menyaksikan turunnya gelombang dimensi yang akan mengubah segala-galanya…melalui dirinya. Sekonyong-konyong ia melihat langit terbuka dan dalam hitungan sepersekian detik, segumpalan cahaya putih membentuk lorong seakan menghubungkan dunianya dengan surga. Meskipun sempat terkejut dengan sensasi luar biasa itu, Win segera melakukan tugas utamanya, yaitu menyelamatkan seluruh umat manusia. Dengan lantang ia mengucapkan kata-kata yang diketahuinya dari mimpinya… dan tidak lama setelah ia mengucapkan kata-kata emas tersebut, tertutup pula langit yang tadinya menurunkan semacam lorong rahasia berupa gelombang cahaya putih. Ia menarik nafas panjang karena telah melakukan tugas seperti yang diperintahkan sosok cahaya dalam mimpinya.
Win akhirnya pulang kembali ke rumahnya, masuk ke dalam kamar tidur dan menutup mata terlelap dengan senyuman kedamaian. Kedamaian mengetahui bahwa dunianya akan menjadi sangat berbeda. Bahwa apa pun yang akan terjadi, tidak akan pernah terjadi seperti yang selalu ditakutkan manusia, melainkan seperti yang dikehendaki oleh sang empunya hidup sendiri. Bahwa cinta menjadi motif terkuat sekaligus menjadi point of view dalam segala gerak langkah manusia, bukan saja dalam berhubungan dengan sesama manusia, melainkan juga dalam hubungan dengan Ada Tertinggi.

Artikel terkait:





WE LOVE GOLDEN WAYS

23 12 2012

Selamat datang di blog saya. Saya adalah seorang pendatang baru di dunia blogging. Blog ini dibuat untuk belajar dan berbagi dengan, melalui dan bersama rekan-rekan pembaca maupun teman-teman blogger sejagad. Thanks for coming and let’s start the game…





SMPK St. Fransiskus Ruteng

13 08 2013

SMPK St. Fransiskus Ruteng





MB FX Generation III is ready to booom!!!

28 07 2013

MB FX Generation III is ready to booom!!!

Ini adalah generasi ke III dari kelompok minat kegiatan ekstra Marching Band di SMPK FX





Mahasiswa UI Juara Dunia Sanitation App Challenge 2013 World Bank

28 07 2013

Selamat, Congratulation…luar biasa …

Indonesia Proud

UI sanitation apps challenge di indonesiaproud wordpress com
Lima mahasiswa yang tergabung dalam Tim SunSquare Studio jurusan Sistem informasi dan Ilmu Komputer angkatan 2011, Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom UI), mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional dengan berhasil meraih predikat Juara Dunia (Grandprize Winner) Sanitation App Challenge 2013, World Bank.

“Mahasiswa berhasil menjadi juara dunia setelah berhasil mengembangkan aplikasi bernama Sunclean App,” kata Farida Haryoko, Kepala Kantor Komunikasi UI,  di Kampus UI Depok (25/7).

Sunclean App merupakan aplikasi games karya SunSquare Studio yang beranggotakan Dimas Ramadhani, Luqman Sungkar, Riza Herzego Nida Fathan, Irfan Nur Afif, dan Mohammad Agung Nugroho.

Lihat pos aslinya 158 kata lagi





Belajar Sibelius Buat Aransemen Marching Band Sekolah

27 07 2013

MB Part III

       Tiga tahun lalu, saya dipercayakan untuk melatih drumband di sekolah. Awalnya saya agak skeptis, mengingat minim pengalaman dalam dunia drumband. Tapi karena saya orangnya suka belajar hal-hal baru, mulailah saya berkreasi dengan cara saya sendiri bersama beberapa teman guru. 

       So, saya mulai dengan membuat aransemen. HP jadi andalan untuk merekam ketukan-ketukan dasar. Pengembangannya lebih banyak terjadi di tempat latihan. 

       Influence drumband saya perbanyak dengan menonton banyak kelompok drumband, marching band sampai drum corps level internasional. Saya yang awalnya berpikir drumband cuma main ala militer (dengan ciri khas pukulan berirama march), akhirnya tertarik untuk bikin drumband yang lebih bermain sebagai layaknya sebuah marching band. Dengan peralatan apa adanya, saya mulai bikin aransemen yang jarang dimainkan di kota saya. 

       Akhir 2012, saya mulai berkenalan dengan software aransemen. Saya mulai mencoba finale, karena dulu di Surabaya (2005-2008) sering melihat senior musik bikin partitur pakai finale. Tapi akhirnya saya sendiri memakai program Sibelius. Wow, semua aransemennya menggunakan notasi balok. Akhirnya saya mengasah lagi kemampuan membaca notasi balok, sampai akhirnya bisa bikin aransemen yang lumayan bagus, asalkan tidak terlalu rumuit untuk bisa dimainkan anak-anak SMP.

       So far, saya masih menggunakan Sibelius untuk mengaransemen semua part lagu termasuk drumline.

      Saya menulis ini hanya untuk berbagi cerita …

      Di sini juga saya sertakan aransemen untuk drumline yang rencananya dibawakan pada Agustusan nanti. Boleh didownload di sini.

GambarGambar